JUDULBUKU : Metodologi Pembelajaran Fisika; Konstruktivistik & Menyenangkan (Edisi Revisi) AUTHOR : Paul Suparno, SJ PUBLISHER : Penerbit USD HARGA JUAL : Rp45,000. ISBN/BAN : -2 BULAN/TAHUN TERBIT : Juni 2013 Untuk membantu guru fisika dapat mengajar fisika yang menyenangkan, maka dalam buku ini kecuali disajikan model Fisikamenyenangkan Senin, 30 Mei 2016. Oleh karena dalam web tersedia sumber informasi dan sumber daya pembelajaran yang melimpah, maka kegiatan belajar tidak difokuskan pada satu atau beberapa sumber informasi tertentu saja, tetapi bereksplorasi ke berbagai situs-situs yang berkaitan. Dalam pengajaran konvensional seorang dosen mewajibkan Kesansulit dan menyeramkan dalam pembelajaran fisika hendaknya dapat dirubah dengan kemasan pembelajaran menarik dan menyenangkan (Sukmawati, 2017; Yuniati, 2011), hal tersebut dapat dilakukan Seminaryang diikuti oleh 300 peserta se-Indonesia ini juga menghadirkan 50 pemakalah dari seluruh Indonesia sebagai call for paper. Ida Kaniawati menjelaskan yang paling utama adalah bagaimana merubah indikasi pembelajaran Fisika berkolaborasi dengan siswa agar lebih dekat lebih sampai pesan yang ingin disampaikan. dapatmemberi pembelajaran yang bermakna pada siswa sehingga dapat membantu ingatan siswa dalam jangka watu yang panjang. Pembelajaran fisika yang materinya bersifat abstrak dan susah dipahami harus dikemas dengan pembelajaran yang menyenangkan. Penggunaan model Discovery Learning siswa diberi stimulus permasalahan sebelum Mediapembelajaran yang digunakan dalam mengajar pun harus sesuai dengan materi dan metodenya.. Contoh pembelajaran menyenangkan. 1. Contoh pembelajaran menyenangkan di dalam kelas. Apapun materi pembelajarannya dan pada jenjang pendidikan manapun, jika Pendidik hanya menggunakan metode ceramah maka siswa/mahasiswa tentunya akan jenuh sehingga . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Fisika adalah salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam IPA atau sains yang mempelajari tentang fenomena alam dan penyebabnya. Fisika membahas tentang konsep-konsep dan hukum-hukum fisika sebagai produk serta melakukan pengamatan, percobaan, dan penyelidikan sebagai proses Hastuti et al., 2016. Fisika juga merupakan mata pelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuan berpikir siswa yang berguna untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pembelajaran fisika yang tertuang dalam kerangka Kurikulum 2013 adalah menguasai konsep dan prinsip serta menguasai keterampilan mengembangkan pengetahuan dan sikap percaya diri sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi Kemendikbud, 2014.Pemahaman konsep merupakan hal yang perlu dikembangkan dan harus mendapat perhatian serius dalam proses pembelajaran. Selama ini, pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran fisika khususnya dapat dikategorikan rendah yang ditunjukkan dengan pencapaian hasil belajar yang rendah juga. Fakta penelitian juga menunjukkan bahwa selain memiliki kemampuan matematis yang lemah dan kesulitan dalam mengonversi satuan, siswa juga memiliki pemahaman konsep yang rendah dalam pembelajaran fisika Arief, 2012. Selain itu, siswa masih banyak yang mengalami miskonsepsi yang menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa masih rendah. Lebih jauh, terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran fisika di antaranya kesulitan dalam beberapa hal, seperti istilah dan perhitungan secara matematis Arslan, 2010.Penelitian yang dilakukan oleh Hadijah et al. 2016 juga mengungkapkan bahwa pemahaman konsep siswa masih rendah. Pada pelajaran fisika siswa cenderung menghafal rumus dan hanya menerima informasi yang dijelaskan oleh guru tanpa memahami konsep yang harus dikuasai. Rendahnya pemahaman konsep fisika pada siswa juga dapat disebabkan karena kurangnya keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru karena mereka hanya duduk, diam, dan mendengarkan apa yang telah dijelaskan oleh guru serta siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain Ringan et al., 2014. Pemahaman konsep fisika siswa yang masih rendah di antaranya juga disebabkan oleh pembelajaran yang hanya berpusat pada guru teacher centered. Siswa tidak banyak terlibat dalam mengkonstruksi pengetahuannya karena hanya menerima informasi yang disampaikan oleh guru. Banyak ditemukan di lapangan siswa sering tidak mampu mengerjakan soal ketika sudah berbeda dengan yang dicontohkan oleh guru. Hal tersebut dikarenakan siswa hanya menghafal rumus tanpa memahami konsepnya. Fakta yang di temukan di lapangan selama ini, bahwa pembelajaran fisika di SMA sering dilaksanakan menggunakan model pembelajaran langsung yang lebih berpusat pada guru teacher centered. Penelitian yang dilakukan oleh Desnylasari et al. 2016 menyebutkan pembelajaran yang berlangsung lebih berpusat pada guru teacher centered, sebagian guru dalam pembelajaran hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan. Pembelajaran Problem Based Learning PBL merupakan model pembelajaran yang memacu siswa untuk aktif, berpikir kritis dan kreatif serta mengembangkan ide-ide untuk memecahkan masalah. Sintak model Problem Based Learning PBL dalam pembelajaran adalah sebagai berikut 1 Orientasi siswa pada masalah; 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar; 3 Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok; 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya; dan5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan Sahyar dan Fitri 2017 model Problem Based Learning PBL tidak hanya membantu siswa secara aktif terlibat dalam pembelajaran, tetapi mempersiapkan siswa untuk kehidupan nyata. Karena tuntutan zaman ke depan kemampuan menyelesaikan masalah lebi dibutuhkan daripada hanya sekedar hafalan rumus. Selain itu, PBL dapat melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahapan metode ilmiah dengan penyelidikan yang otentik dari masalah yang terjadi dalam kehidupan laboratorium adalah komponen yang dibutuhkan dalam pembelajaran fisika. Namun keterbatasan alat dan modul dalam laboratorium juga menjadi kendala ketika akan melakukan satu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komputer TIK. Berdasarkan masalah diatas, salah satu solusi yang dapat diberikan adalah dengan menggunakan PhET Simulation Interactive sebagai media untuk melakukan eksperimen virtual. Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning PBL dengan metode eksperimen virtual menggunakan PhET Simulation Interactive pada pelajaran fisika materi Hukum Pascal untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa. Dengan model pembelajaran PBL ini siswa dituntut aktif serta berpikir kritis dan kreatif serta mengembangkan ide-ide sehingga bisa memecahkan masalah. Siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan dari guru melainkan siswa yang harus aktif dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa dalam proses pemecehan masalah. Masalah yang disajikan dalam pembelajaran adalah masalah-masalah yang dekat dengan kehidupan dari penelitian yang dilakukan adalah model pembelajaran Problem Based Learning PBL dengan metode eksperimen virtual dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi Hukum Pascal. Siswa terlibat aktif selama pembelajaran dan bisa melihat visualisasi dari materi yang dipelajari dengan melakukan eksperimen virtual yang dilakukan media PhET Simulation Interactive sehingga lebih memahami konsep materi yang dipelajari. Lihat Pendidikan Selengkapnya Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang berkaitan erat dengan kehidupan. Atrikel ini akan membahas Tips belajar fisika supaya menyenangkan, asal mengetahui dasar dan cara belajar yang tepat. Sejatinya ada banyak cara belajar mulai kelompok atau les privat di Edumaster. Sebagai lembaga kursus privat yang profesional dan terpercaya, berikut ini ia paparkan tips belajar fisika agar mudah dikuasai. Inilah Tips Belajar Fisika Agar Mudah DitaklukkanUbah Mindset Bahwa Fisika MenyenangkanPahami Konsep Terlebih DahuluBelajar Dari Materi yang Paling MudahRajin BerlatihJangan Lupa untuk MencatatPilih Cara Belajar yang SesuaiCara Menyenangkan Belajar Fisika Bertanya kepada guruMengingat rumus dengan cara menyenangkanMembuat kelompok belajarBelajar mandiri atau privatKenapa Harus Belajar Fisika?Salah satu ilmu yang menantangBermanfaat untuk peluang studi berikutnyaBerguna dalam kehidupanMenjadi peluang untuk mendapatkan kerjaMembuat otak tetap berpikir Inilah Tips Belajar Fisika Agar Mudah Ditaklukkan Ubah Mindset Bahwa Fisika Menyenangkan Salah satu hal yang membuat banyak orang berpikir jika fisika merupakan pelajaran yang sulit adalah mindset dari diri mereka sendiri. Agar belajar fisika menjadi kegiatan yang menyenangkan ubah cara pandang dan atur dalam pikiran bahwa fisika merupakan mata pelajaran yang mudah untuk dipelajari. Memang bukan hal yang mudah untuk mengubah mindset tersebut. Namun dengan menerapkannya paling tidak anak akan terbiasa dan sedikit demi sedikit hingga menjadi sebuah kebiasaan. Dengan menerapkan tips belajar fisika ini, belajar tak lagi menjadi beban justru menjadi suatu kegiatan yang mengasyikkan. Pahami Konsep Terlebih Dahulu Supaya memahami setiap materi, akan lebih baik jika dimulai dari paham konsep ilmu fisika terlebih dahulu. Akan menjadi sebuah hambatan jika tiba-tiba harus menghafal atau menggunakan sebuah rumus tanpa mengetahui tujuan menggunakannya. Selain rumus, singkatan juga perlu untuk dipelajari paham maksud dan tidak salah arti. Dengan memahami konsep dari awal, belajar tidak hanya mudah tapi lebih cepat dicerna oleh otak. Cara belajar fisika yang menyenangkan lewat dengan memahami konsep ini juga menjadi gambaran umum yang nantinya akan membawa setiap orang untuk belajar lebih spesifik. Belajar Dari Materi yang Paling Mudah Tips belajar fisika berikutnya yaitu, mulai belajar dari materi yang paling mudah atau setidaknya yang paling dikuasai. Hal ini merupakan kegiatan dasar yang biasa dilakukan ketika belajar, tidak hanya fisika saja namun semua mata pelajaran. Belajar dari materi yang mudah akan membuat otak mengingat kembali materi yang pernah dipelajari sebelumnya. Uniknya dengan belajar dari hal yang mudah akan menjadi parameter bahwa sang anak benar-benar menguasai materi tersebut. Selain itu, materi tersebut biasanya akan berkaitan dengan materi selanjutnya yang akan dipelajari, maka tidak heran jika cara ini menjadi tips belajar fisika efektif khususnya bagi para pemula atau yang sudah lama tidak mempelajari ilmu tersebut. Rajin Berlatih Setelah mempelajari materi yang mudah, jangan lupa untuk berlatih soal-soal agar semakin paham. Sama seperti yang sebelumnya, kerjakan latihan soal dari yang termudah dahulu sebagai pemanasan baru beralih ke soal yang lebih sulit. Salah satu tips mudah belajar fisika SMA bisa mulai mengerjakan latihan di buku pegangan yang dimiliki karena biasanya buku tersebut tidak hanya materi namun juga soal latihan. Sulit menemukan sumber latihan? Manfaatkan kecanggihan teknologi dengan mencarinya di internet atau meminjam bank soal dari teman kelas yang berbeda. Ada banyak cara mendapatkan soal-soal latihan fisika yang dapat digunakan sebagai bahan latihan. Dengan rajin berlatih, anak akan semakin paham dan setidaknya menguasai pelajaran yang telah diterangkan oleh guru di sekolah. Jangan Lupa untuk Mencatat Tips belajar fisika yang tak kalah penting yaitu mencatat setiap materi yang tidak dimengerti. Kegiatan ini sangat penting, karena dengan mencatat anak bisa mengetahui bagian atau materi apa yang menurutnya sulit untuk dipahami. Terlebih hasil tulisan sendiri akan mudah dipahami karena ditulis sesuai dengan kebutuhan dan gaya masing-masing. Pastikan mencatat materi yang telah diterangkan dengan rapi dan terkonsep, sebab dengan begitu tulisan lebih enak dibaca pun dipelajari. Ada beberapa cara agar catatan tampak lebih menarik yaitu dengan menambahkan garis atau warna yang beragam dari spidol atau pulpen. Dengan begitu, semangat untuk belajar akan semakin tinggi. Pilih Cara Belajar yang Sesuai Terlepas dari semua tips di atas, paling penting adalah cara belajar yang menyenangkan. Hal ini sangat penting, karena jika menerapkan cara belajar yang salah alih-alih memahami pelajaran, anak justru merasa bosan atau bahkan tertekan. Oleh karena itu, kenali dan pahami tips belajar fisika efektif supaya materi masuk dalam ingatan. Cara Menyenangkan Belajar Fisika Setelah mengetahui tips belajar fisika, terapkan dengan baik agar ilmu fisika bisa dipahami dengan mudah. Kini, langkah berikutnya yaitu bagaimana caranya membuat belajar yang menyenangkan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini; Bertanya kepada guru Sesaat setelah guru menjelaskan biasanya, akan diberikan kesempatan bertanya. Pada saat itulah, waktu yang tepat untuk menanyakan bagian mana saja yang kurang dimengerti. Materi fisika yang berisikan banyak teori dan rumus rumit membuat beberapa anak kesulitan. Oleh sebab itu, manfaatkan momen tersebut untuk bertanya. Mengingat rumus dengan cara menyenangkan Bukan hal baru lagi jika fisika mempunyai banyak rumus. Beberapa anak kerap kesulitan dan menganggap rumus sebagai momok yang menakutkan. Menghafal rumus bukan hal mudah, terlebih dengan jumlah yang sangat banyak. Alih-alih menghafal cobalah untuk mengingatnya agar tidak terbebani dengan anggapan tersebut. Untuk mensiasati anggapan tersebut ada baiknya mengingatnya dengan cara yang menyenangkan seperti membuat lagu dengan lirik rumus-rumus di dalamnya. Selain lagu, bisa pula mengingat rumus dengan cara jembatan keledai. Maksudnya mengingat rumus pokok terlebih dahulu baru rumus turunannya. Dengan begitu, rumus bukanlah hal yang perlu ditakutkan lagi. Membuat kelompok belajar Cara yang cukup menyenangkan untuk belajar fisika yang kedua yaitu dengan membentuk kelompok belajar. Belajar berkelompok biasanya disukai anak-anak karena selain dapat bekerja sama, mereka lebih leluasa mengeluarkan pendapatnya. Selain itu, tips mudah belajar fisika SMA ini bisa diterapkan baik dalam kelas ataupun di luar kelas. Jika menemukan kecocokan setiap anak akan senang belajar dengan kelompoknya, sehingga bukan tidak mungkin untuk menciptakan suasana belajar fisika yang menyenangkan. Belajar mandiri atau privat Selain belajar kelompok, cara berikutnya yaitu dengan belajar mandiri atau bisa juga mengambil les privat fisika. Beberapa anak terkadang lebih menyukai belajar dalam keheningan dengan caranya sendiri tanpa diinterupsi orang lain. Oleh karena itu, belajar mandiri ini sangat dianjurkan bagi mereka. Selain itu, jika ingin ditangani oleh guru profesional di luar seolah Anda bisa mengambil les privat. Anda bisa memilih Edumaster sebagai lembaga les privat fisika, karena tidak hanya memberikan layanan privat namun juga menjadi sahabat anak ketika belajar. Selain itu, kurikulum yang digunakan tidak hanya bertaraf nasional namun juga internasional. Kenapa Harus Belajar Fisika? Sebagai salah satu studi yang cukup tua, fisika memiliki peran pengetahuan yang cukup penting dalam kehidupan. Terdapat banyak manfaat yang diperoleh jika mempelajari ilmu tersebut, antara lain sebagai berikut. Salah satu ilmu yang menantang Banyak yang menyebut jika fisika adalah gabungan antara matematika dan ilmu pengetahuan alam. Memang tak bisa dipungkiri, jika fisika tidak hanya menjelaskan tentang teori saja, namun juga rumus-rumus di dalamnya terlepas materi untuk anak sekolah atau perguruan tinggi. Mempelajari fisika juga harus memiliki kemampuan berhitung yang kuat karena di beberapa soal kerap kali menemukan rumus rumit. Selain itu, mampu berpikir secara analitis karena dalam belajar fisika sering muncul ilmu dan konsep baru. Oleh sebab itu, banyak yang menyebut bahwa fisika adalah ilmu menantang yang menggabungkan banyak konsep di dalamnya. Bermanfaat untuk peluang studi berikutnya Mempelajari fisika secara mendalam akan menjadi pintu gerbang distudi berikutnya khususnya bagi pelajar SMA. Bagi beberapa individu yang ingin mendalami ilmu fisika dan mendapatkan gelar sarjana bahkan master baik itu di bidang fisika murni, terapan, kosmologi dan astrofisika. Akan sangat cocok untuk belajar fisika sejak dini apabila memiliki tekad kuat untuk menjadi seorang yang ahli dalam bidang tersebut, karena sejatinya ilmu fisika tidak hanya berguna dalam pendidikan namun juga kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, gunakan tips belajar fisika efektif dan efisien agar peluang masuk perguruan tinggi juga semakin lebar. Berguna dalam kehidupan Pernahkah terlintas di benak Anda jika ilmu fisika selalu mengelilingi kehidupan kita? Banyak yang tidak sadar bahwa fisika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sebut saja gravitasi dan energi. Selain itu, teknologi modern yang biasa digunakan setiap hari tidak lepas dari ilmu fisika. Tidak hanya menambah wawasan, belajar fisika akan sangat berguna bagi kehidupan. Banyak ilmu dalam fisika yang bisa digunakan sebagai penjelasan alam semesta, sebut saja tata surya, fenomena alam hingga cara kerja hal-hal kompleks lainnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mempelajari disiplin ilmu tersebut baik secara mandiri atau berkelompok. Menjadi peluang untuk mendapatkan kerja Ilmu fisika merupakan ilmu sains. Banyak yang beranggapan bahwa setiap lulusan ilmu fisika akan menjadi seorang ilmuwan. Padahal sebenarnya ada banyak pekerjaan yang cocok untuk lulusan ilmu sains ini selain menjadi ilmuwan. Meskipun akan lebih mudah jika bekerja sesuai dengan ilmu relevan yang pernah dipelajarinya. Beberapa jenis pekerjaan yang bisa digeluti oleh lulusan fisika selain menjadi ilmuwan antara lain analis laboratorium, ahli matematika, guru bahkan bekerja di bidang teknologi. Dengan banyaknya jenis pekerjaan dari berbagai sektor menjadi alasan kuat mengapa ilmu fisika amat berguna. Pelajari ilmu tersebut dengan baik dan ikuti tips belajar fisika di atas. Membuat otak tetap berpikir Seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika fisika merupakan gabungan ilmu sains dan matematika. Berkembangnya ilmu ini turut berperan untuk membuat otak terus aktif dan berpikir ketika mempelajarinya. Perkembangan ilmu fisika dari waktu ke waktu menjadikan Anda khususnya penggemar sains turut ikut andil di dalamnya. Dari perkembangan tersebut banyak yang menyebut jika fisika tidak hanya mempelajari tentang teori namun juga lebih dinamis dengan bukti-bukti nyata di sekitarnya. Atas dasar itulah, kenapa fisika sangat cocok untuk membentuk pemikiran kritis dan terbuka. Itulah beberapa tips belajar fisika yang dapat dilakukan. Supaya belajar semakin menyenangkan Anda bisa memilih kursus Edumaster. Layanan privat yang memfokuskan kepada pengembangan motivasi dan skill tersebut tidak hanya memberi pengajaran kepada siswa namun juga turut menciptakan perkembangan yang positif secara akademik. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Rendahnya kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran dalam pendidikan merupakan masalah yan penting bagi setiap bangsa yang sedang berkembang atau yang telah maju sebab pendidikan merupakan salah satu tolak ukur krmajuan suatu bangsa. Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan dilihat dari kualitas proses dan hasil belajar yang bermanfaat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam undang-undang No. 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa " tujuan pendidkan nasional dalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman danbertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memilliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan".Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Melalui pendidikan fisika siswa dilatih untuk dapat berpikir secara kritis, logis, cermat, sistematis, kreatif dan inovatif. Hal ini merupakan beberapa kemampuan yang dapat dikembangkan melalui pendidikan fisika yang baik. Di samping itu ada beberapa sikap positif yang dapat berguna dalam pemecahan masalah percaya diri, pantang menyerah, ulet dan disiplin dalam melalukan segala sesuatu. Pendidkan fisikan yang terbaik hanya akan terjadi jika proses belajar mengajar fisika di dalam kelas berhasil membelajarkan siswa untuk berpikir dan bersikap. Pada kenyatan yang sering kita lihat di sekolah, terdapat siswa yang tidak menyukai pelajaran fisika. Sebagian siswa menggangap bahwa pelajaran fisika itu sebagai pelajaran yang menakutkan, sulit serta membosakan. Pandangan negatif siswa terhadap pelajaran fisika ini menyebabkan rendahnya hasil belajar dan minat belajar siswa terhadap pelajaran fisika. Pada hal jika ditelisik dari konsep pembelajaran, pelajaran fisika semestinya menjadi mata pelajaran yang sangat menyenangkan dan di sukai oleh beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa pelajaran fisika tidak di sukai oleh siswa, salah satunya adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam mengajar di kelas. Masih banyak guru yang menggunakan metode konvensional atau metode ceramah. Metode ceramah dianggap sebagai metode yang paling mudah, padahal tidak semua mata pelajaran cocok menggunakan metode ceramah. Dengan metode ceramah pusat pembelajaran hanya terletak pada guru, siswa lebih banyak menengarkan dan mencatat informasi tanpa mengetahui konsep dari pembelajaran itu sendiri. Sehingga keterampilan yang ada di dalam diri siswa tidak dapat terlatih dengan baik. Selain itu juga, minat belajar siswa terhadap pelajaran fisika akan menurun dan akan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran fisika. Proses pembelajaran yang berlangsung satu arah dan monoton tersbut menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang dapat meningkatkan minat belajar siswa yang pada akhirnya tidak bisa dipugkiri masih banyak menggangap fisika sebagai pelajaran yang sulit dan menbosankan. Sehingga, siswa tidak dapat menerapkan konsep pembelajaran fisika dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru yang dibuat sedikit berbeda. Oleh karena itu dalam pembelajaran fisika guru perlu menggunakan model pembelajaran yang tepat dan menarik sehingga siswa lebih termotivasi dalam pembelajaran problem solving pada dasarnya merupakan hakikat tujuan pembelajaran yang menjadi kebutuhan peserta didik dalam menghadapi kehidupan nyata. Didalam kehidupan sehari-hari peserta didik telah banyak dihadapkan dengan sebuah masalah baik dilingkungan rumah, sekolah ataupun di masyarakat. Kurangnya kepercayaan uang di berikan kepada peserta didik di lingkugan keluarga untuk menghadapi masalah-masalah yang ada merupakan salah satu faktor yang menyebabkan peserta didik tidak terlatih untuk melalukan problem solving. 1 2 Lihat Pendidikan Selengkapnya Pembelajaran fisika merupakan pembelajaran mengenai gejala-gejala alam dan berusaha menemukan hubungan antara kenyataan di alam. Perlu adanya model dan metode yang dapat membantu menerangkan gejala alam tersebut dalam proses pembelajaran fisika. Salah satu model yang diharapkan cocok dengan karakteristik pembelajaran fisika yaitu model discovery learning berbasis edutainment. Penelitian ini bertujuan 1 untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan dari model discovery learning berbasis edutainment; dan 2 untuk mendeskripsikan penerapani model discovery learning berbasis edutainment dalam pembelajaran fisika. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur dan kajian pustaka, data penelitian ini menggunakan jenis data sekunder, kemudian data yang diperoleh tersebut diolah dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Model discovery learning berbasis edutainment dapat menjadikan peserta didik aktif dalam kegiatan belajar dan menyenangkan. Namun, memerlukan waktu yang cukup lama dalam pembelajarannya dan kurang efektif digunakan dalam kelas besar; dan 2 Pada pembelajaran fisika, model discovery learning berbasis edutainment digunakan untuk memahami materi yang cukup sulit dengan cara yang learning is learning about natural phenomena and trying to find the relationship between reality in nature. It is necessary to have models and methods to explain these natural phenomena in the physics learning process. One model that is expected to match physics learning characteristics is the discovery learning model based on edutainment. This study aims 1 To describe the advantages and disadvantages of the discovery learning model based on edutainment models; 2 To describe the application of the discovery learning model based on edutainment models in physics learning. The data collection method in this research is a literature study and literature review. This research data use secondary data, then the data obtained is processed by content analysis. The results showed that 1 Discovery learning model based on edutainment could make students active in learning activities because it is fun; however, the learning process requires a long time and is less effective when used in a class with a large number of students; and 2 In physics learning, the discovery learning model based on edutainment is used to understand difficult material in a fun way. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free This is an open access article under the CC–BY-SA license Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika ISSN print 2549-9955 ISSN online 2549-9963 Vol 5 No 1 2021 hal 47-54 Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Discovery Learning Berbasis Edutainment Wahyu Tri Winarti, Hadma Yuliani, Mukhlis Rohmadi, Nurul Septiana Program Studi Tadris Pendidikan Fisika, FTIK, Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya, Palangka Raya, Indonesia wahyutriwin Abstrak Pembelajaran fisika merupakan pembelajaran mengenai gejala-gejala alam dan berusaha menemukan hubungan antara kenyataan di alam. Perlu adanya model dan metode yang dapat membantu menerangkan gejala alam tersebut dalam proses pembelajaran fisika. Salah satu model yang diharapkan cocok dengan karakteristik pembelajaran fisika yaitu model discovery learning berbasis edutainment. Penelitian ini bertujuan 1 untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan dari model discovery learning berbasis edutainment; dan 2 untuk mendeskripsikan penerapani model discovery learning berbasis edutainment dalam pembelajaran fisika. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur dan kajian pustaka, data penelitian ini menggunakan jenis data sekunder, kemudian data yang diperoleh tersebut diolah dengan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Model discovery learning berbasis edutainment dapat menjadikan peserta didik aktif dalam kegiatan belajar dan menyenangkan. Namun, memerlukan waktu yang cukup lama dalam pembelajarannya dan kurang efektif digunakan dalam kelas besar; dan 2 Pada pembelajaran fisika, model discovery learning berbasis edutainment digunakan untuk memahami materi yang cukup sulit dengan cara yang menyenangkan. Kata Kunci Discovery Learning; Edutainment; Pembelajaran Fisika Abstract Physics learning is learning about natural phenomena and trying to find the relationship between reality in nature. It is necessary to have models and methods to explain these natural phenomena in the physics learning process. One model that is expected to match physics learning characteristics is the discovery learning model based on edutainment. This study aims 1 To describe the advantages and disadvantages of the discovery learning model based on edutainment models; 2 To describe the application of the discovery learning model based on edutainment models in physics learning. The data collection method in this research is a literature study and literature review. This research data use secondary data, then the data obtained is processed by content analysis. The results showed that 1 Discovery learning model based on edutainment could make students active in learning activities because it is fun; however, the learning process requires a long time and is less effective when used in a class with a large number of students; and 2 In physics learning, the discovery learning model based on edutainment is used to understand difficult material in a fun way. Keywords discovery learning; edutainment learning; physics learning Received 15 December 2020 Accepted 28 Februari 2021 Published 28 Februari 2021 DOI Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 48 © 2021 Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika How to cite Winarti, W. T., Yuliani, H., Rohmadi, M., & Septiana, N. 2021. Pembelajaran fisika menggunakan model discovery learning berbasis edutainment. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 51, 47-54. PENDAHULUAN Pembelajaran fisika adalah suatu proses atau interaksi antara pendidik dan peserta didik berbantukan sumber belajar yang membahas mengenai ilmu fisik atau pasti. Pembelajaran fisika adalah sama dengan mengembangkan kemampuan dan keberhasilannya diukur dengan sejumlah masalah yang dipecahkan peserta didik dengan benar Warimun, 2012. Pendapat lain menyatakan bahwa, Pembelajaran Fisika merupakan suatu pembelajaran yang menyampaikan konsep-konsep yang dijabarkan melalui persamaan matematis, persamaan matematis tersebut memiliki fungsi menjelaskan gejala alam yang dipelajari dalam fisika Agustina, Sesunan, & Ertikanto, 2017. Fisika merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam yang di dalamnya memuat mengenai gejala-gejala alam dan hasil kegiatan manusia berupa gagasan, pengetahuan, dan konsep yang terorganisir melalui proses ilmiah Pianda & Darmawan, 2018. Fisika adalah salah satu pelajaran di sekolah yang memberikan tentang pengetahuan mengenai alam semesta dengan tujuan melatih dalam berfikir dan menalar Supardi, Leonard, Suhendri, & Rismurdiyati, 2012. Teori-teori Fisika dan penerapannya dapat mengubah dan mengembangkan pandangan dunia di sekitar kita Yuliani, 2017. Berdasarkan hasil observasi di beberapa Sekolah Menengah Atas di Kalimantan Tengah proses pembelajaran fisika di kelas masih sangat monoton dan peserta didik hanya mendengarkan penjelasan dari pendidik yang mengampu mata pelajaran tersebut. Banyak pendidik yang tidak menggunakan media apapun dalam menyampaikan materinya, dan hanya terfokus pada buku teks yang digunakan. pembelajaran fisika masih menggunakan pembelajaran langsung dan monoton. Beberapa pendidik menjelaskan bahwa beliau paham dan mengetahui mengenai macam-macam model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Namun, pendidik tidak menggunakan dan memanfaatkan model pembelajaran yang ada, karena fasilitas yang kurang memadai di dalam kelas, serta pola pikir pendidik yang ingin mengajar secara mudah, karena terbatasnya waktu yang ada. Penelitian yang relavan mengemukakan berdasarkan hasil wawancara dengan pendidik yang bersangkutan, bahwa hasil evaluasi atau ulangan tengah semester peserta didik kelas XI IPA masih tergolong rendah yang ditunjukan dengan rendahnya nilai yang didapat atau dibawah KKM, hal ini dikarenakan tidak termotivasinya peserta didik dalam proses belajar mengajar Azmi, 2018. Secara psikologis jika peserta didik kurang tertarik dengan metode yang digunakan pendidik, maka peserta didik akan memberikan respon yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran. Selain itu ada yang menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran sebagian besar peserta didik mengikuti pembelajaran matematika, IPA, ataupun fisika dengan sangat terpaksa, merasa mengantuk, membosankan, dan beranggapan bahwa pembelajaran ini menakutkan Suprapti, 2020. Salah satu solusi yang diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut, yaitu penggunaan model pembelajaran yang dipadukan dengan metode menarik, seperti PBL Problem Based Learning, PJBL Project Based Learning, inquiry, Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 49 blended learning, dan atau discovery learning berbasis edutainment. Penerapan model discovery learning membuat peserta didik aktif merekonstruksi pengetahuannya melalui kegiatan penyelidikan. Hasil yang diperoleh akan bermakna dalam memori jangka panjangnya. Model discovery learning berbasis edutainment ini juga mengkombinasikan antara konsep pendidikan dan hiburan secara harmonis untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini bertujuan materi yang diajarkan mudah dipahami oleh peserta didik. Model discovery learning pada dasarnya menjadikan peserta didik memiliki kemampuan untuk bertanya, mengobservasi, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan menarik kesimpulan Shinta, Fatmawati, & Nasir, 2020. Hal yang termasuk dalam kategori edutainment diantaranya yaitu social media, teknologi komunikasi digital, dan atau internet. Sehingga pembelajaran yang menggunakan diantara hal tersebut secara tidak langsung pembelajaran tersebut menerapkan metode edutainment Telupun, 2020. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan 1 untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan dari model discovery learning berbasis edutainment; dan 2 untuk mendeskripsikan penerapani model discovery learning berbasis edutainment dalam pembelajaran fisika. METODE Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka atau Litelature review. Data atau informasi yang didapatkan berasal dari berbagai literature dan disusun berdasarkan hasil studi dari data atau informasi yang diperoleh Ghiffar, Nizamuddin, Nurisma, Kurniasih, & Bhakti, 2018. Data atau informasi berasal dari jurnal karya tulis ilmiah yang relevan dengan penelitian ini. Data penelitian ini bersumber dari data penelitian jenis sekunder, yaitu data-data yang telah ada dan dipublikasikan yang kemudian data tersebut diolah dengan analisis konten. Berikut ini merupakan langkah-langkah dari analisis konten yaitu 1 Merumuskan serta menentukan objek penelitian beserta tindakan berdasarkan tujuan penelitian, 2 Melakukan pemilihan unit analisis yang akan dikaji, yaitu dengan memilih objek penelitian yang dijadikan target analisis, 3 Menggunakan kata dan kalimat yang relevan, 4 Melakukan klasifikasi terhadap kegiatan yang sudah dijalankan dengan menganalisis sejauh mana satuan makna berhubungan dengan tujuan penelitian, 5 Kategori dan satuan makna untuk menemukan hubungan antara satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan arti dan isi tujuan komunikasi tersebut, dan 6 Mendeskripsikan hasil analisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Kelebihan dari model discovery learning dan edutainment Ada beberapa kelebihan atau keunggulan dari model discovery learning, diantaranta yaitu menjadikan peserta didik lebih aktif karena mencari tahu sendiri, menyelidiki sendiri, menjadikan peserta didik dapat menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara mandiri tanpa harus menunggu penjelasan pendidik Susanti et al., 2020. Kelebihan discovery learning yang lainnya yakni 1 memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif peserta didik; 2 pengetahuan yang diperoleh sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan ingatan; 3 menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan karena tumbuhnya rasa menyelidiki dalam diri peserta didik; 4 memungkinkan peserta didik berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri; 5 Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 50 memungkinkan peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar; dan 6 dapat mengembangkan bakat dan kecakapan individu Fitri & Derlina, 2015. Edutainment memiliki kelebihan dalam pembelajaran, diantaranya yaitu; meningkatkan gairah dan aktivitas peserta didik, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan mengasyikkan, proses pembelajaran dikombinasikan dengan bermain, sehingga peserta didik merasa nyaman, dan memudahkan peserta didik menyampaikan pendapat dan bertanya, serta peserta didik dapat belajar dengan baik Santoso, 2018. Konsep edutainment menghasilkan proses pembelajaran yang santai, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik Sasmita & Purnamasari, 2020. Berdasarkan uraian di atas dapat dipadukan kelebihan model discovery learning berbasis edutainment yaitu peserta didik dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran, mengubah pola fikir peserta didik mengenai sulitnya materi fisika, membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan, peserta didik mudah mengingat materi, dan sebagainya. Kekurangan dari model discovery learning dan edutainment Model discovery learning juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya menimbulkan asumsi bahwa peserta didik harus siap untuk belajar Bagja & Yuliana, 2019. Sehingga memenculkan frustasi dan takut pada diri peserta didik yang kurang pandai; kurang efisien untuk mengajar di kelas besar; membutuhkan waktu yang lama dalam proses pembelajarannya; lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman, sedangkan mengembangkan aspek konsep, keterampilan dan emosi secara keseluruhan kurang mendapat perhatian. Kelemahan edutainment yaitu; proses belajar cenderung membosankan sehingga peserta didik ingin belajar hingga terhibur, sulit membedakan antara proses belajar dengan bermain atau hiburan, dan lebih mengembangkan atau mengutamakan visual daripada menulis, serta berakibat kecanduan apabila lebih banyak bermain atau hiburan dibandingkan belajar dalam prosesnya Azmi, 2018. Berdasarkan kelemahan dari model discovery learning dan edutainment, dapat diartikan bahwa penerapan ini memerlukan waktu yang cukup banyak, dan peserta didik sulit membedakan mana yang termasuk materi dan yang permainan saja, tidak dapat diterapkan pada peserta didik yang jumlahnya cukup banyak. Penerapan model discovery learning dan edutainment terhadap aktivitas dan hasil belajar dalam pembelajaran fisika Penelitian yang relevan Azmi 2018 menyimpulkan bahwa dengan menerapkan metode edutainment dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal ini dibuktikan dengan tercapainya hasil belajar siswa dengan rata-rata diatas 83,33 hingga 93,33 dengan kategori sangat baik. Penelitian lain menunjukkan bahwa ada pengaruh model discovery Learning terhadap aktivitas belajar peserta didik kelas X SMAN 3 Samarinda Halim, Boleng, & Labulan, 2019. Pengaruh Model discovery learning bersifat positif terhadap tingginya aktivitas belajar peserta didik. Pembelajaran fisika dengan menerapkan metode edutainment untuk menekankan prinsip pembelajaran berkualitas namun tidak membuat peserta didik merasa tertekan Maswindah, 2019. Metode edutainment meliputi metode berdiskusi, melakukan simulasi, mengadakan kuis, dan sebagainya, untuk menjadikan Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 51 proses pembelajaran lebih menyenangkan dan peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran Telupun, 2020. Pembelajaran dengan menggunakan science-edutainment berbasis lesson study peserta didik mengikuti proses pembelajaran dengan sangat semangat, senang, dan aktif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik tersebut Setiadi, Eka, & Supartini, 2020. Penelitian lain menyatakan bahwa discovery learning mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada peserta didik Bagja & Yuliana, 2019; Catur, Istiana, & Sukardjo, 2015. Pendidik dapat menerapkan model discovery learning pada saat proses pembelajaran tujuannya agar peserta didik dapat meningkatkan kemampuan metakognitifnya Susanti et al., 2020. Penelitian lain Wabula, Papilaya, & Rumahlatu, 2020 menyatakan bahwa hasil uji ANCOVA menunjukkan ada pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan video dan problem based learning terhadap hasil belajar kognitif peserta didik. Seluruh peserta didik mengikuti pembelajaran dengan sangat antusias, leluasa bergerak, dan aktif berdiskusi. Implementasi pembelajaran tersebut telah berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik Setiadi et al., 2020. Penerapan model discovery learning dan edutainment terhadap kemampuan memecahkan masalah dan pemahaman konsep dalam pembelajaran fisika Penelitian yang relevan Supartinah 2018 menyimpulkan dalam penelitiannya bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dengan metode edutainment dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fluida dinamis pada peserta didik XI MIPA 2 SMA N I Sewon. Penerapan discovery learning berpengaruh terhadap penguasaan konsep fisika siswa Sari, Gunawan, & Harjono, 2016. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata penguasaan konsep pada siswa yang diajarkan dengan discovery learning lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. With game-based edutainment media, teachers consider it a good innovation. The teacher supports game-based edutainment media in the learning process. According to the teacher's view of game-based edutainment media, this media will certainly provide fun learning students to improve the abilities of students and attract students Ardani & Setyaningrum, 2018. Mayoritas persepsi peserta didik dan guru mendapat respon yang positif tentang penggunaan media edutainment disaat pembelajaran dari rumah mulai diberlakukan Pratama, Lestari, & I, 2020. Penerapan model discovery learning dan edutainment Terhadap kelayakan media dan kreativitas Penelitian yang relevan menyimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis edutainment yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan kreativitas siswa SMK jurusan otomotif pada materi fluida dinamis Sofyan, Wasis, & Ibrahim, 2017. Sedangkan simpulan yang dihasilkan LKPD berbasis discovery learning berbantukan edutainment materi fluida dinamis menghasilkan pembelajaran yang menarik, bermanfaat, mudah dipahami, dan efektif. Penelitian lain Saputri, Darvina, Putra, & Sari 2019 menyimpulkan bahwa pengaruh penerapan Bahan Ajar Interaktif terhadap pencapaian peningkatan kompetensi pengetahuan sebesar 24,8% dan kompetensi sikap sebesar 25,3%. Nilai kompetensi sikap siswa dari satu pertemuan ke pertemuan lainnya selalu meningkat, hal ini Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 52 dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya yaitu meningkatnya motivasi belajar siswa terhadap materi fisika terutama materi fluida dinamis. “The application of discovery learning models in learning to write descriptives in grade VII students of SMPN 14 Tangerang City showed good results” Ariyana, Enawar, Ramdhani, & Sulaeman, 2020. Menurut Putra 2020 108 model discovery learning berbasis media animasi sebagai alternative dalam memperbaiki kualitas pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan Putra, Sujana, & Wiyasa, 2020. Model GDL sangat efektif diterapkan dalam proses pembelajaran Maarif, Pradipta, Pramuditya, & Noto, 2020. Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa metode edutainment dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kreativitas peserta didik Chasanah, 2015. Penelitian lain berpendapat bahwa, modul berbasis edutainment layak dan menarik untuk diterapkan dan efektif, serta respon peserta didik sangat baik Setiyaningsih, 2019. “It can be concluded that edutainment-based comic media as a complementary media very appropriate to be used. It can help teachers in the learning process” Febriyanti & Mustadi, 2020. Hasil pemakaian bahan ajar “Economics Edutainment Book” menunjukkan tingkat kelayakan baik pada aspek edutainment, materi dan bahasa sebesar Setyawati & Widodo, 2020. Berdasarkan pemaparan di atas, pembelajaran menggunakan model discovery learning berbasis edutainment cukup menarik untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran fisika. Selain meningkatkan motivasi belajar, juga dapat memudahkan peserta didik untuk mengingat materi yang dipelajari sehingga dapat menngkatkan hasil belajar peserta didik. SIMPULAN Model discovery learning berbasis edutainment dapat menjadikan peserta didik aktif dalam kegiatan belajar dan menyenangkan. Namun, memerlukan waktu yang cukup lama dalam pembelajarannya dan kurang efektif digunakan dalam kelas besar; dan 2 Pada pembelajaran fisika, model discovery learning berbasis edutainment digunakan untuk memahami materi yang cukup sulit dengan cara yang menyenangkan. DAFTAR PUSTAKA Agustina, M., Sesunan, F., & Ertikanto, C. 2017. Pengaruh implementasi media pembelajaran interaktif berbasis macromedia flash terhadap hasil belajar pada materi hukum newton tentang gravitasi. Jurnal Pembelajaran Fisika, 55. Ardani, R. A., & Setyaningrum, W. 2018. Game-based edutainment media using guided discovery approach What teachers say? Journal of Physics Conference Series, 1097. Ariyana, Enawar, Ramdhani, I. S., & Sulaeman, A. 2020. The application of discovery learning models in learning to write descriptive texts. Journal Of English Education And Teaching, 43. Azmi, Z. 2018. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar IPA Biologi Melalui Metode Pembelajaran Science Edutainment di Kelas XI IPA MA NW Kembang Kerang Lombok Timur Tahun 2018/ 2019. Universitas Islam Negeri Mataram. Bagja, S. W., & Yuliana, D. 2019. Penerapan model pembelajaran discovery learning meningkatkan motivasi dan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan 1. Jurnal Rontal Keilmuan Pkn, 51. Catur, S. A. N., Istiana, G., & Sukardjo, Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 53 J. 2015. Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pokok bahasan larutan penyangga pada siswa kelas xi ipa semester II SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret, 42. Chasanah, U. 2015. Penerapan Metode Edutainment dengan Kontekstual pada Pembelajaran Matematika di SMA Negeri 7 Malang. Universitas Muhamaddiyah Malang. Febriyanti, R., & Mustadi, A. 2020. Developing edutainment-based comic media in integrative-thematic learning in the elementary school. Jurnal Pendidikan Guru MI, 72. Fitri, M., & Derlina, D. 2015. Pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok suhu dan kalor. Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika, 32. Ghiffar, G., Nizamuddin, M. A., Nurisma, E., Kurniasih, C., & Bhakti, C. P. 2018. Model pembelajaran berbasis blended learning dalam meningkatkan critical thinking skills untuk menghadapi era revolusi industri In Prosiding Seminar Nasional STKIP Andi Matappa Pangkep Vol. 7. Halim, S., Boleng, D. T., & Labulan, P. M. 2019. Pengaruh model pembelajaran discovery learning dan number head together terhadap aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa. Jurnal Pijar Mipa, 141. Maarif, S., Pradipta, T. R., Pramuditya, S. A., & Noto, M. S. 2020. Penerapan model guided discovery learning dalam mengembangkan kemampuan mengkonstruksi bukti geometri. Jurnal Nasional Pendidikan Matematika, 42. Maswindah, A. Y. U. 2019. Pengembangan media kit sifat cahaya berbasis science edutainment pada siswa sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 74. Pianda, D., & Darmawan, J. 2018. Best Practice Karya Guru Inovatif yang Inspiratif Menarik Perhatian Peserta Didik. Sukabumi CV. Jejak. Pratama, L. D., Lestari, W., & I, A. 2020. Efektifitas penggunaan media edutainment di tengah pandemi covid-19. Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 92, 413–423. Putra, I. G. D., Sujana, I. W., & Wiyasa, I. K. N. 2020. Hasil belajar ips menggunakan kolaborasi model discovery learning berbasis media animasi. Journal Of Education Technology, 42. Santoso, T. D. 2018. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kompetensi Pemeliharaan/ Servis Engine dan Komponen Komponennya Melalui Metode Pembelajaran Edutainment pada Siswa Tingkat X SMK Negeri 4 Kendal. Universitas Negeri Semarang. Saputri, Y. E., Darvina, Y., Putra, A., & Sari, S. Y. 2019. Pengaruh penerapan bahan ajar interaktif bermuatan karakter menggunakan model pembelajaran discovery learning pada materi fluida terhadap pencapaian kompetensi siswa kelas XI SMAN 7 Solok Selatan. Pillar Of Physics Education, 124. Sari, P. I., Gunawan, G., & Harjono, A. 2016. Penggunaan discovery learning berbantuan laboratorium virtual pada penguasaan konsep fisika siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 24. Sasmita, M. A., & Purnamasari, N. L. 2020. Perbandingan metode pembelajaran edutainment dan Winarti et al./Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika 5 1 2021 47-54 54 metode pembelajaran konvensional terhadap prestasi siswa pada mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi tik Di SMA Negeri 1 Kalidawir. Jurnal Of Education And Information Communication Technology, 21. Setiadi, Eka, A., & Supartini, S. 2020. Implementasi pendekatan science edutainment berbasis lesson study terhadap hasil belajar siswa biologi. Jurnal Pendidikan Biologi, 51. Setiadi, A. E., & Supartini, S. 2020. Implementasi pendekatan science edutainment berbasis lesson study terhadap hasil belajar siswa biologi. JPBIO Jurnal Pendidikan Biologi, 51, 12-19. Setiyaningsih. 2019. Pengembangan Modul Berbasis Edutainment pada Pokok Bahasan Bangun Datar. Universitas Islam Negeri Raden Intan. Setyawati, Y., & Widodo, J. 2020. Pengembangan economics edutainment book penunjang bahan ajar pokok bahasan teori perilaku konsumen. Economic Education Analysis Journal, 91. Shinta, S., Fatmawati, S., & Nasir, M. 2020. Komparasi model problem based learning dan discovery learning terhadap hasil belajar ditinjau dari kemampuan awal. Kappa Journal, 41. Sofyan, M. A., Wasis, W., & Ibrahim, M. 2017. Pengembangan perangkat pembelajaran berdasarkan masalah berbasis edutainment untuk melatihkan kreativitas siswa smk jurusan otomotif pada materi fluida statis. Jurnal Penelitian Pendidikan Sains, 71. Supardi, U. S., Leonard, L., Suhendri, H., & Rismurdiyati, R. 2012. Pengaruh media pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar fisika. Formatif Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 21. Supartinah, A. 2018. Penerapan model pembelajaran discovery dengan metode jigsaw untuk peningkatan kemampuan pemecahan masalah fluida dinamis. Ideguru Jurnal Karya Ilmiah Guru, 32. Suprapti, E. D. 2020. Meningkatkan prestasi belajar irisan kerucut melalui model discovery learning. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Kependidikan, 81. Susanti, D., Anwar, C., Putra, F. G., Netriwati, N., Afandi, K., & Widyawati, S. 2020. Pengaruh model pembelajaran discovery learning tipe poe dan aktivitas belajar terhadap kemampuan metakognitif. Jurnal Inovasi Matematika Inomatika, 22. Telupun, D. 2020. Efektivitas penerapan model pembelajaran edutainment untuk memotivasi peserta didik selama pembelajaran secara daring di masa pandemi covid-19. Jurnal Syntax Transformation, 16. Wabula, M., Papilaya, P. M., & Rumahlatu, D. 2020. Pengaruh model pembelajaran discovery learning berbantuan video dan problem based learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan, Biologi Dan Terapan, 51. Warimun, E. S. 2012. Penerapan model pembelajaran problem solving fisika pada pembelajaran topik optika pada mahasiswa materi fluida dinamis. JPF, 61. Yuliani, H. 2017. Pembelajaran Fisika menggunakan media animasi macromedia flash-MX dan Gambar untuk meningkatkan pemahaman konsep pendidikan fisika. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 61. ... This approach is based on the principles of discovery learning extended with the principles of constructivist, socio-cultural and adult learning theory, the concept of computer-based cognitive tools and the aspects on which computational experiments are based. Sofyan, Wasis, and Ibrahim 2017 revealed their findings, namely that discovery learning can increase students' creativity in edutainment-based physics learning Winarti et al., 2021. In other relevant research, discovery learning can improve student learning outcomes in physics learning in circular motion materials Mardiana et al., 2021. ...Noor Izzati Pratiwi Misbah MisbahSarah MiriamNurlaela MuhammadThis study aims to evaluate the most relevant themes related to discovery learning through bibliometric analysis, with its input using the keyword "Discovery learning in Science Learning". The Scopus index database is used in this study as the source database to conduct a bibliometric study for an academic article in the period between 1976 to 2022. This research also uses the VOSviewer app as a bibliometric analysis tool to visualize networks of authors, countries, journals, and keywords. This study found that the number of publications on discovery learning has grown periodically. This study also identifies the top ten authors, top ten affiliations, the top ten countries, and the top ten journal publications as sources in the field of discovery learning. Keyword analysis proves that the study of discovery learning in the last four decades has centred on themes related to computer science education, learning models, discovery learning, public understanding/outreach, high school/introductory chemistry, and constructivism. The bibliometric analysis presented in this study provides relevant information about the main theme learned about discovery learning in science learning, which is seen in the increase in creativity, learning outcomes, and student achievement in school teaching and learning activities.... The aspects contained in the next curriculum are discovery-inquiry methods. Guided discovery teaching as teachers interacting with students with problems and guiding students to discover important concepts with living problems, from old experiences to gradually getting into critical thinking and comprehensively evaluating learning activity, and connecting teaching with real life Winarti et al., 2021;Zhang et al., 2019. Guided discovery learning therefore was to change traditional rules into lively and positive learning. ...Muhammad Akil MusiMuh. Yusri BachtiarHerlinaSitti Nurhidayah IlyasThe value of local wisdom contains the noble values of the nation's ancestors that can be used as capital to form a nation with good and strong character. Multicultural education must be provided in schools and educational environments that have equal opportunities regardless of race, ethnicity, language, religion, gender, cultural background, socio-cultural status, and sexual orientation. This study aims to analyses the application of Bugis cultural values in early childhood learning. The research was conducted through a qualitative approach to describe a phenomenon. Data collection was carried out in the form of interviews, observations and document studies through informants at the Kindergarten. The data analysis technique used in this research is interactive model analysis using triangulation to validate the data. The results showed that the multicultural learning curriculum consisted of multiple intelligences, universal values, gender equality, and local wisdom. The values of local wisdom of the Bugis community in early childhood learning are found to be values, namely sipakatau mutualizing one another, sipakaraja mutual respect, sipakalebbi mutual honoring, sipakainge reminding each other, sipatokkong generating enthusiasm and sipakatuwo supporting each other. The value of local wisdom is integrated in the early childhood learning process.... Pada materi ekosistem bukan hanya pengumpulan antara konsep, fakta, dan prinsip pada proses pembelajaran tetapi juga merupakan suatu proses penemuan Masdariah et al., 2018. Dengan adanya model discovery learning ini dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memecahkan permasalahannnya sendiri sesuai dengan tingkat kesukaran, saat peserta didik telah berhasil dalam menyelesaikan masalah dengan tingkat kesukaran yang lebih rendah maka peserta didik dapat melanjutkan ke tingkat kesukaran yang lebih tinggi dari sebelumnya Metha Rozhana & Harnanik, 2019;Winarti et al., 2021. ...Melinina Putri CostadenaNi Wayan SuniasihPemanfaatan teknologi dalam penggunaan bahan ajar belum sepenuhnya optimal pada proses pembelajaran. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan bahan ajar berupa E-LKPD interaktif berbasis discovery learning pada muatan IPA materi ekosistem kelas V SD. Penelitian pengembangan E-LKPD ini menggunakan model ADDIE. Metode pengumpulan data dalam penelitian pengembangan ini dengan melaksanakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Subjek uji coba terdiri dari 1 ahli materi,1 ahli desain, 1 ahli media, uji coba perorangan 3 orang peserta didik, dan uji coba kelompok kecil 9 orang peserta didik Data tersebut dianalis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian review materi pembelajaran memperoleh persentase sebesar 91,6%, hasil review ahli desain pembelajaran memperoleh persentase sebesar 93,75%, hasil review ahli media pembelajaran memperoleh persentase sebesar 93,75%., uji coba perorangan memperoleh persentase sebesar 95%, dan uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 95,31%. Persentase skor keseluruhan diperoleh dengan kualifikasi sangat baik sehingga E-LKPD interaktif berbasis discovery learning materi ekosistem layak digunakan untuk siswa kelas V SD. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam pembelajaran daring untuk menjelaskan materi dan membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami materi khususnya materi AlimuddinAg. Tamrin Cucuk BudiyantoTuntutan keterampilan abad 21 telah mendorong pendidik untuk terus melakukan inovasi pembelajaran, salah satunya adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis mobile. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menghasilkan produk mobile learning berbasis Google Site yang dipadukan dengan model pembelajaran Discovery Learning. Model pengembangan yang digunakan berdasarkan prosedur pengembangan Gall, Gall dan Borg yang terdiri dari 10 tahap dan dilakukan sampai tahap akhir dengan menghasilkan produk final mobile learning berbasis Google Site. Validasi oleh ahli materi mendapatkan nilai 90% dengan predikat sangat layak. Validasi oleh ahli media memperoleh nilai 97,5 % dengan predikat sangat layak. Media telah diujicobakan secara terbatas kepada 15 dan 30 peserta didik yang duduk di kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan SMK. Setelah memperbaiki produk hasil dari ujicoba terbatas, produk di uji lapangan diperluas ke-3 sekolah dengan total 78 responden. Respon peserta didik terhadap media pembelajaran secara garis besar sangat positif dengan nilai 87,17%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran mobile learning berbasis Google Site pada mata pelajaran Teknik Pemesinan Bubut kelas XI Teknik Pemesinan SMK ini tergolong dalam kategori sangat layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan abad 21 peserta didik di SMKLinda PurnamasariAbdul HakimNurul F. SulaemanDarmadianingsihPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi fluida statis. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental kuasi, dengan desain penelitian yaitu tipe rancangan pasangan subjek melalui tes awal dan tes akhir dengan kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Samarinda pada kelas XI MIPA 4 dan XI MIPA 5. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran pretest dan sesudah kegiatan pembelajaran posttest, dengan jenis instrumen tes yaitu tes esai. Hasil analisis uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa model discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Hal ini didasarkan pada hasil uji N-Gain dimana rata-rata N-Gain kelas ekperimen adalah 0,6 dan kelas kontrol 0,3 yang mana keduanya termasuk kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa SMA pada materi fluida Eka SetiadiSri SupartiniMetode diskusi dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Pontianak belum mampu meningkatkan hasil belajar siswa biologi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran dengan pendekatan science-edutainment berbasis lesson study dan mengetahui keberhasilan implementasinya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas PTK. Kelas XI MIPA 9 dipilih sebagai sampel penelitian. Pengambilan data dilakukan melalui tes kognitif, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil refleksi 100% siswa sudah belajar dengan antusias, leluasa bergerak, dan aktif berdiskusi. Rata-rata nilai siswa sebelum dilakukannya tindakan hanya 49,43 dengan persentase ketuntasan 49,43% dan setelah diajarkan menggunakan pendekatan science-edutainment, pada siklus I rata-rata nilai mencapai 83,71 dengan persentase ketuntasan 77,14% dan meningkat pada siklus II menjadi 89,43 dengan persentase 97,14%. Kesimpulannya implementasi pembelajaran telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kunci Lesson study, science-edutainment, ular tangga, hasil belajar biologi Implementation of science edutainment approach based lesson study to learning outcomes. The discussion method in SMA Negeri 1 Pontianak hasn’t support improvement in Biology learning outcomes. This study aims to describe the implementation of the science-edutainment-based learning approach and find out the student learning outcomes. The method used by Classroom Action Research. Class XI MIPA 9 was chosen sample research Data collected through cognitive tests, observation, and documentation. The results showed that the results of the reflection is 100% of students had learned enthusiastically, were free to move, and were active in discussions. The average student score before taking action was only with a percentage of completeness and after being taught using the science-edutainment approach, in the first cycle, the average value reached with a percentage of completeness is and increased in the cycle II to with a percentage is The conclusion of the implementation of learning has succeeded in improving biology students learning Lesson study, science-edutainment, snakes and ladders, biology learning outcomesPengembangan Modul Berbasis Edutainment pada Pokok Bahasan Bangun DatarSetiyaningsihSetiyaningsih. 2019. Pengembangan Modul Berbasis Edutainment pada Pokok Bahasan Bangun Datar. Universitas Islam Negeri Raden economics edutainment book penunjang bahan ajar pokok bahasan teori perilaku konsumenY SetyawatiJ WidodoSetyawati, Y., & Widodo, J. 2020. Pengembangan economics edutainment book penunjang bahan ajar pokok bahasan teori perilaku konsumen. Economic Education Analysis Journal, 91.pada materi fluida statisM A SofyanW WasisM IbrahimSofyan, M. A., Wasis, W., & Ibrahim, M. 2017. pada materi fluida statis. Jurnal Penelitian Pendidikan Sains, 71. Bandung – Mengubah cara pandang bahwa fisika sulit dan menakutkan tentu bukan perkara mudah. Namun lain hal dengan para penggagas lahirnya Incredible Physics INDY besutan Program Studi Prodi Fisika Universitas Katolik Parahyangan UNPAR. Didesain menarik dan menyenangkan, para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas SMA akan diajak terjun menikmati keindahan fisika melalui aktivitas di INDY dengan berbagai pendekatan. Dosen Prodi Fisika UNPAR, Risti Suryantari, menuturkan bahwa INDY telah berjalan sejak 2019 silam. Saat itu, para penggagas, dalam hal ini dosen-dosen di Prodi Fisika UNPAR memiliki asa supaya fisika bisa menarik perhatian pelajar, utamanya SMA agar memandang fisika bukan hanya sekumpulan rumus yang sulit apalagi menakutkan. “Kami ingin lebih memperlihatkan bahwa fisika itu aplikasinya sangat luas dan sebetulnya kalau kita eksplorasi lebih dalam, fisika itu indah. Jika kita melihat kata Incredible Physics’, menunjukkan begitu luar biasanya fisika terutama sebagai dasar perkembangan teknologi,” tutur Risti, Jumat 21/5/2021 INDY, lanjut dia, merupakan suatu bentuk workshop fisika yang khusus dirancang bersama para pakar di bidangnya agar para siswa SMA dapat lebih jauh mempelajari materi-materi menarik dalam fisika. Menurut dia, tak dimungkiri bahwa pembelajaran fisika di tingkat SMA cenderung konvensional seperti belajar rumus dan bagaimana mengerjakan soal. Lebih lanjut, melalui INDY, pelajar diajak mengeksplorasi materi yang tak pernah mereka terima di SMA seputar teori dan eksperimen. “Pertama kali digagas tahun 2019, kami memikirkan bagaimana anak-anak sekolah agar tertarik mempelajari fisika. Melalui INDY diharapkan mereka dapat mengeksplorasi fisika lebih dalam, dengan materi-materi yang mengikuti perkembangan terkini. Karena sebetulnya banyak aspek dari eksperimen dan teori yang dapat dikaitkan dengan teknologi dan sesuatu yang sedang tren saat itu,” ujarnya. Dia pun mengungkapkan bahwa tema INDY tiap periode penyelenggaraannya akan berbeda, mengikuti tren terkini. Sementara metode pembelajaran yang dipakai adalah model pembelajaran aktif, dimana para pelajar diajak mengeksplorasi secara mandiri menggunakan peralatan atau piranti lunak dengan didampingi para pakar. Saat workshop berlangsung, para peserta akan dibekali dengan peralatan yang telah disiapkan. “Peserta diberikan kit peralatan sesuai dengan temanya, kemudian melakukan eksplorasi. Pertamanya tentu dipandu oleh narasumber, tetapi kemudian mereka dapat mencoba sendiri. Dari situ mereka akan menemukan masalah, kemudian menemukan juga solusinya. Harapannya adalah mereka dapat memandang fisika bukan sesuatu yang sulit dan rumit karena banyak rumus. Melainkan lebih melihat bahwa belajar fisika itu menyenangkan,” ucap Risti. INDY 2021 Medio 2021 ini, tepatnya pada 3, 10, dan 17 Juli akan dilaksanakan INDY 2021. Namun penyelenggaraan workshop bakal berlangsung secara daring via Zoom, berhubung situasi dan kondisi pandemi Covid-19 dan mengikuti pematuhan protokol kesehatan. Risti memaparkan bahwa pelajar SMA masih menjadi sasaran peserta, meskipun tak menutup kemungkinan untuk pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama SMP mengikuti INDY ke depannya. Topik utama pada INDY 2021 adalah 1 Deep Learning, Convolutional Neural Network, Implementasi pada Hardware, dan 2 Einstein Gravity, Solving Einstein Equations with MAPLE, Light Ring at The Center of M87. Kit peralatan nantinya akan dikirim terlebih dahulu sebelum workshop dimulai usai para peserta melakukan Registrasi INDY 2021. “Metodenya nanti masih sama, kami akan membekali mereka dengan peralatan. Peralatan akan kami kirim ke alamat masing-masing peserta setelah mereka melakukan registrasi dan akan mendapatkannya sebelum workshop. Nanti ketika workshop berlangsung meskipun daring, mereka tetap dapat mencoba dengan panduan dari narasumber. Jadi tetap bisa mengeksplorasi langsung,” katanya. Meski nantinya berlangsung secara daring, Risti optimistis penyelenggaraan INDY 2021 akan berjalan lancar. Berdasarkan pengalaman 2020 lalu, saat timnya memberikan workshop dalam bentuk Pelatihan Guru Fisika PGS secara daring, kegiatan berlangsung baik dan tak ada hambatan berarti. Meskipun tak dimungkiri, kendala saat pelatihan daring bisa saja terjadi. “Pengalaman kami memberikan workshop untuk guru dalam suasana daring dan kami kirimkan alat, cenderung cukup lancar. Namun untuk daring INDY 2021 ini memang nanti kesulitannya jika ditemukan masalah, tidak bisa langsung kami lihat masalahnya karena kalau saat offline kami bisa lihat, oh ini masalahnya di sini dan sebagainya,’. Jadi peserta harus menjelaskan masalahnya seperti apa, mungkin kesulitannya lebih ke situ. Meskipun pada akhirnya pasti bisa diselesaikan,” tuturnya. Cintai Fisika Dia pun berharap INDY ke depannya dapat menjangkau semua pelajar di berbagai tingkatan. Meskipun untuk INDY sendiri memang dari awal konsepnya menyasar pelajar sekolah menengah, utamanya pelajar SMA. Tentunya tetap pada fokus untuk mengenalkan keindahan fisika dengan target besar agar anak-anak tersebut dapat termotivasi belajar fisika lebih dalam dengan cara menyenangkan. “Image akan fisika itu sulit, fisika itu menakutkan, diharapkan tidak ada. Karena bagaimanapun juga kami sangat berharap pada generasi muda atau penerus bangsa ini untuk dapat mencintai sains dan mencintai fisika. Sehingga nanti dapat turut berkontribusi pada perkembangan teknologi di Indonesia,” ujar Risti. Ira Veratika SN-Humkoler UNPAR

metode pembelajaran fisika yang menyenangkan